Representasi Pakaian Adat Jawa Dalam Film Single
Ditulis oleh Fanny Setiawati
Indonesia adalah negara yang kaya akan kekayaan alam dan juga kebudayaannya, ada berbagai suku bangsa yang menetap di Tanah Air Indonesia ini. Berbagai macam bahasa, adat-istiadat, dan norma-norma tinggal dan bertumbuh di setiap sudut keindahan Indonesia. Budaya, budaya adalah satu ujung tombak terpenting dalam setiap negara.
Indonesia adalah negara yang kaya akan kekayaan alam dan juga kebudayaannya, ada berbagai suku bangsa yang menetap di Tanah Air Indonesia ini. Berbagai macam bahasa, adat-istiadat, dan norma-norma tinggal dan bertumbuh di setiap sudut keindahan Indonesia. Budaya, budaya adalah satu ujung tombak terpenting dalam setiap negara.
“Menurut E. B Taylor, kebudayaan
adalah kompleks yang mencakup pengetahuan kepercyaan, kesenian, moral, hukum,
adat istiadat dan lain kemampuan-kemampuan yang didapatkan oleh manusia sebagai
anggota masyarakat.”
Budaya tercipta karena
kebiasaan-kebiasaan atau cara hidup yang berkembang dan dimiliki oleh sebuah
kelompok masyarakat serta di wariskan dari generasi ke generasi atau secara
turun temurun. Secara berulang-ulang, budaya timbul dan dilakukan oleh
masyarakat sehingga membentuk suatu kebiasaan yang pada akhirnya menjadi sebuah
budaya masyarakat itu sendiri.
Budaya yang telah terbentuk itu akan masuk dan
mengakar di dalam kehidupan manusia, sehingga tanpa di sadari budaya ini telah
mempengaruhi kehidupan manusia. Budaya
juga menjadi sebuah identitas dari suatu wilayah atau daerah, melalui budaya
wilayah atau daerah dapat mengenal dan dikenal oleh masyarakat yang jauh dari
wilayahnya.
Budaya memiliki unsur-unsur yang bisa membangun
makna sebuah budaya itu sendiri. Secara umum budaya memiliki enam unsur yaitu
perilaku-perilaku tertentu, gaya berpakaian, kebiasaan-kebiasaan,
adat-istiadat, kepercayaan, dan juga tradisi.
PAKAIAN ADAT JAWA
DALAM FILM SINGLE
Film SINGLE adalah salah satu film karya Raditya Dika yang
bergenre komedi romantis, film ini di rilis pada 17 Desember 2015. Di sutradarai
dan dibintangi oleh Raditya Dika Sendiri serta artis-artis lain seperti Pandji
Pragiwaksono, Chandra Liow, Annisa Rawless, Babe Cabiita, Difa Ryansyah, dan
juga Brigitta Chyntia. Film ini mendapat jumlah penonton yaitu 1.331.739, masuk
kedalam daftar 10 Film Indonesia peringkat teratas dalam perolehan jumlah
penonton pada tahun 2015 dengan menduduki peringkat ke 2. Memenangkan
penghargaan kategori Ensamble Talent Terbaik dalam Indonesia Box Office Movie
Awards 2016. Dalam film SINGLE terdapat beberapa scene yang mengenalkan adat
Jawa yaitu pakaian, terlihat beberapa scene menunjukkan pakaian batik, kebaya
sampai pakaian adat pernikahan Jawa. Pada scene terakhir juga terlihat jelas
bagaimana pakaian adat Jawa dikenakan saat upacara pernikahan dengan dekorasi
modern.
Melalui pemakaian pakaian adat Jawa ini menunjukkan identitas
yang ingin di gambarkan melalui film SINGLE ini bahwa latarbelakang keluarga
yang ditampilkan adalah latarbelakang keluarga Jawa yang menetap di Jakarta.
Dalam film SINGLE terlihat jelas beberapa scene menggunakan
pakaian khas Jawa seperti Batik, kebaya, pakaian adat pernikahan bahkan blankon
sebagai pelengakapnya. Ini menunjukkan seberapa besar peran budaya dalam skala
perfilman Indonesia, seberapa pentingnya sebuah budaya ikut andil didalam
perkembangan sebuah bangsa yang saat ini sudah terisi oleh budaya-budaya yang
begitu modern dari luar negara itu sendiri.
BATIK DAN
KEBAYA
Salah satu budaya di Indonesia yang kental adalah budaya
Jawa, budaya Jawa hanya terdapat di Jawa Tengah dan Jawa Timur, Jawa Barat
memiliki budaya dengan Jawa Tengah dan Jawa Timur mulai dari bahasa sampai
kepercayaan yang dianut itupun juga berbeda. Dalam budaya Jawa yang paling
memiliki cirikhas salah satunya adalah batik dan juga kebaya.
Batik adalah kain bergambar yang pembuatannya secara khusus dengan menuliskan
atau menerakan malam pada kain itu, kemudian pengolahannya diproses dengan cara
tertentu yang memiliki kekhasan.
Batik merupakan
salah satu pakaian yang biasanya dikenakan orang jawa untuk acara-acara resmi
seperti pernikahan sampai rapat dewan, bahkan sekarang batik sudah dikenal
dunia karena sudah di sahkan oleh UNESCO. Kata
batik berasal dari bahasa Jawa, yaitu ”tik” yang berarti titik / matik (kata
kerja, membuat titik) yang kemudian berkembang menjadi istilah ”batik”. Dalam perkembangannya, batik dibagi menjadi dua
kategori yaitu batik tulis dan juga batik cap. Kesenian
Batik dikenal sejak jaman Majapahit, Adapun mulai meluasnya kesenian
batik ini menjadi milik rakyat Indonesia dan khususnya suku Jawa ialah setelah
akhir abad ke-XVIII atau awal abad ke-XIX. Batik yang dihasilkan adalah batik
tulis sampai awal abad ke – XX, sedangkan batik cap dikenal setelah perang
dunia ke satu atau sekitar tahun 1920.
Kebaya adalah blus tradisional yang dikenakan oleh wanita Indonesia
yang terbuat dari bahan tipis yang dikenakan dengansarung, batik, atau
pakaian rajutan tradisional lainnya seperti songket dengan motif warna-warni.
Sama halnya dengan batik, kebaya
juga merupakan salah satu pakaian adat jawa yang dipakai oleh masyarakat jawa
ketika ada acara-acara resmi. kata
kebaya berasal dari kata arab abaya yang
berarti pakaian, namun versi lain menyebut berasal dari kata "Kebyak"
atau "Mbayak" dari masyarakat Jawa. Sekitar tahun 1500-1600, di Pulau
Jawa, kebaya adalah pakaian
yang hanya dikenakan keluarga kerajaan Jawa, namun seiring perkembangan jaman sekarang kebaya juga dapat
di kenakan oleh masyarakat biasa.
KESIMPULAN
Melalui
penjabaran diatas dapat disimpulkan bahwa budaya yang ada di Indonesia dapat
terlihat melalui film sebagai media perantaranya tentang pengenalan budaya itu
seniri dengan masyarakat luas yang memiliki perbedaan budaya atau perkembangan
budaya itu sendiri di dunia moderen seperti sekarang. Budaya juga menjadi alat
untuk berkomunikasi antara masyarakat berbeda wilayah di Indonesia, merek bisa
bertukar budaya dan bertukaran pemahaman tentang budaya yang mereka miliki di
daerah mereka. Dalam film SINGLE menunjukkan bagaimana sebuah budaya dapat
diangkat menjadi bagian dari sebuah film, bukan hanya budaya luar saja yang
terus dikembangkan didalam negri tetapi budaya dalam negripun bisa masuk
kedalam film-film indonesia. Dan juga dapat mengetahui seberapa besarnya sebuah
budaya ikut andil dalam perfilman Indonesia.Tentang Penulis
Fanny Setiawati 14148149

0 komentar: